Sang Penanda

Waktu melaju dengan memasang wajah tak peduli. Lembar 2011 yang usang, kini sudah bersalin rupa menjadi 2012. Tak ada yang tersisa dari hingar bingar pergantian tahun. Tak ada lagi bunyi terompet. Tak ada lagi nyala kembang api. Semarak itu sudah berlalu dan menjadi cerita basi.

Saya bukan tipe orang yang merayakan tahun baru. Namun, saya selalu menyambut dan menikmatinya sebagai sebuah momentum. Saat untuk kumpul bersama keluarga, dan menikmati liburan. Saat untuk menuliskan mimpi-mimpi setahun ke depan. Sebuah momentum, tak lebih.

Angka 2011 dan 2012 hanyalah penanda. Begitu pula bilangan jam, tanggal, hingga nama-nama hari dan bulan. Penanda yang dibuat untuk mengobati sifat pelupa manusia. Dan menjadi bukti sahih bahwa manusia memang selalu ingin mengambil kendali atas diri mereka sendiri. Tak mau tergerus oleh laju sang waktu yang tak pernah mau peduli.

About Dida Sadariksa

Seseorang yang mencintai dunia jurnalis, namun kini "terdampar" pada profesi sebagai engineer. Bercita-cita menjadi pengusaha, namun masih berkutat pada level kuli alias pekerja. Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi. -Dee- View all posts by Dida Sadariksa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s