Lain tanah, lain bangsa, lain bahasa.
Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Hidup menyesuaikan dengan adat yang sudah ada. Selama itu tidak melangkahi batas-batas norma agama.
Tokowuta merupakan sebuah desa kecil di pesisir pantai Provinsi Sulawesi Tenggara. Di sinilah saya sekarang. Memperjuangkan kehidupan untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri..he he…
Seminggu sudah terlewatkan. Menjalani hari-hari sebagai seorang engineer di sebuah area tambang kecil dengan luas 28 ha. Walaupun skala kecil, alhamdulillah saya bisa belajar banyak. Tentang alur perusahaan tambang dari hulu hingga ke hilirnya. Mulai tahap eksplorasi hingga proses shipping. Dari hal-hal teknis hingga urusan administratif. Bertukar pikiran dengan pemilik tambang hingga buruh harian. Semuanya itu memperkaya pengalaman.
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
-Imam Syafii-
Semoga sukses dan betah di sana.
Amiin. Makasih, sop.
congratulation a…
wish u all the best ^-^
Lelaki itu diberi 3 keberanian :
berani merantau, berani usaha, berani melamar _Ippho Santosa_
hatur nuhun.
doakan aja semoga bisa menggenapkan 3 keberanian itu dalam setahun ke depan..amiin…
wah jd orang sulawesi ya sekarang.. memang adat yg paling sulit disana apa, da?
kalo adat di lokasi mess mah ada operator yang suka mabuk2an dan meninggalkan solat. solat jumat aja sepi, apalagi yang 5 waktu.
kalo adat masyarakat setemtpat so far ga ada masalah. cuma makanannya bosen. sering banget dikasih menu ikan..haha..