Tepat satu minggu setelah diresmikan menjadi sarjana oleh rektor di Sabuga, fase hidup saya beranjak menjadi pekerja. Sebenarnya saya bercita-cita jadi pengusaha. Tapi saya juga ingin mengaplikasikan ilmu selama berguru di kampus gajah. Berhubung membuka usaha pertambangan butuh modal gila-gilaan, yah sekarang jadi pekerja tambang dululah. Sambil kumpul modal..he he… #AlasanKlasik
Alhamdulillah sebelum lulus saya sudah diterima kerja di salah satu perusahaan tambang nikel. Tidak lulus tepat waktu (4 tahun), tapi mungkin inilah yang disebut lulus pada waktu yang tepat. Tidak lama menganggur. Langsung bekerja.
Kendari. Tanah Sulawesi pertama yang saya injak. Halo, Haluoleo.
Setiba di bandara, kami―saya, Fikri TA’07, dan Pak Yus―dijemput dan dijamu makan malam. Perut ini memang sudah berontak menuntut haknya. Keroncongan.
Sayang saya terlanjur pesan konro bakar. Jika ke Kendari lagi, saya harus mencoba ABuSuNik agar tidak menyesal di akhirat nanti..he he…

Konro Bakar, jamuan makan malam di Kendari.
Dan perjalanan pun berlanjut. Kali ini dengan jalan darat yang berkelok-kelok dan banyak lubangnya. Meluncur menuju daerah yang bernama Kabupaten Konawe Utara.
***
Sabtu, 5 November 2011
Malam takbiran Idul Adha 1432H


Semoga sukses akan pekerjaanmu yang baru.
Amiin..