Entah mengapa akhir-akhir ini saya kian senang dengan hal-hal yang berbau politik. Selain melahap berita mengenai perkembangan politik negara ini, saya pun mulai rajin membaca buku-buku yang erat kaitannya dengan isu / tokoh seputar politik. Tapi, jangan bertanya kepada saya tentang politik. Saya masih hijau. Setidaknya untuk sekarang..he he…
Kemarin saya jalan-jalan ke Palasari untuk mencari buku terbitan TEMPO dan KPG: Seri Buku TEMPO Bapak Bangsa. Bentuknya berupa bundel terdiri dari 4 (empat) buah buku yang bercerita tentang 4 Serangkai Pendiri Republik: Sukaro, Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka.

Siang tadi saya khatam membaca buku tentang Tan Malaka. Saya mendapat pencerahan baru tentang siapa dan bagaimana seorang Tan menjalani hidup. Sebelumnya saya hanya tahu bahwa ia adalah salah satu tokoh komunis dan ia mati diujung senapan tentara Indonesia. Itu saja.
Saya tak tahu bahwa Tan menguasai 8 bahasa (Minang, Indonesia, Belanda, Rusia, Jerman, Inggris, Mandarin, dan Tagalog). Saya tak tahu bahwa ia orang yang pertama kali mencetuskan konsep Republik Indonesia melalui karyanya Naar de Republiek Indonesia (1924). Saya tak tahu bahwa ia hidup selama 20 tahun dalam pelarian (dikejar polisi rahasia Belanda, Jepang dan Amerika) dan memakai 23 nama samaran dalam pelariannya itu. Saya tak pernah tahu semua itu sebelumnya. Parah ya..he he..
Buku-buku ini menambah koleksi buku saya. Sewaktu backpacking ke Surabaya, saya membeli Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa dari Soekarno sampai SBY karya Prof. Tjipta Lesmana dan Soe Hok-gie… sekali lagi yang dieditori Rudy Badil, dkk. Oh iya, selain buku 4 serangkai, kemarin saya juga membeli CSD-nya Soe Hok-gie. Yah, apapun itu, yang terpenting adalah terus membaca untuk menambah khazanah pengetahuan kita. Dan untuk sekarang ini, saya sedang senang politik.