Protokol Kyoto dan Conference of the Parties

Protokol Kyoto

Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan di mana negara-negara di dunia akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990. Tujuannya adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-2012. Pengurangan tiga gas yang paling penting―karbon dioksida, metan, dan nitrous oxide―akan dihitung berdasarkan tahun 1990. Sementara tiga gas industri yang lain―sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC―dihitung berdasarkan antara tahun 1990-1995. Target nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia.

―United Nation Environment Program

Jika sukses diberlakukan, Protokol Kyoto diprediksi akan mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02 °C dan 0,28 °C pada tahun 2050 (Nature, Oktober 2003).

Ilustrasi efek rumah kaca

Nama resmi persetujuan ini adalah Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim). Pertama kali diinisiasi pada 11 Desember 1997 di Kyoto, Jepang, dan mulai diberlakukan pada 16 Februari 2005.

Namun, sayang tidak semua negara memberikan dukungan terhadap Protokol Kyoto. Hingga November 2009, sebanyak 187 negara telah menandatangani dan meratifikasi protokol ini. Diantara negara-negara yang menolak protokol ini adalah Amerika Serikat. Padahal mereka merupakan penyumbang lebih dari 25% emisi gas rumah kaca dunia.

***

Conference of the Parties (COP)

Sejak diadakannya UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change), atau yang lebih dikenal sebagai Earth Summit, pada 3-14 Juni 1992 di Rio de Jeneiro, Brazil, negara-negara pendukung gerakan global melawan perubahan iklim secara rutin mengadakan pertemuan tahunan. Acara tahunan ini dinamai Conference of the Parties (COP).

Hingga sekarang telah diadakan 15 kali pertemuan. Berikut ini adalah  daftar COP yang telah dilaksanakan.

  • COP 1 di Berlin, Jerman, pada Maret 1995;
  • COP 2 di Jenewa, Swiss, pada Juli 1996;
  • COP 3 di Kyoto, Jepang, pada Desember 1997 (Menghasilkan Protokol Kyoto);
  • COP 4 di Buenos Aires, Argentina, pada November 1998;
  • COP 5 di Bonn, Jerman, pada 25 Oktober-5 Novermber 1999;
  • COP 6 di The Hague, Belanda, pada 13-25 November 2000;
  • COP 7 di Marrakech, Maroko, pada 29 Oktober-10 November 2001;
  • COP 8 di New Delhi, India, pada 23 Oktober-1 November 2002;
  • COP 9 di Milan, Italia, pada 1-12 Desember 2003;
  • COP 10 di Buenos Aires, Argentina, pada 6-17 Desember 2004;
  • COP 11/MOP 1 di Montreal, Kanada, pada 28 Nov-9 Des 2005 (Merupakan Meeting of the Parties pertama (MOP-1), dimana para delegasi membahas kelanjutan Protokol Kyoto pasca tahun 2012);
  • COP 12/MOP 2 di Nairobi, Kenya, pada 6-17 November 2006;
  • COP 13/MOP 3 di Bali, Indonesia, pada 3-15 Desember 2007;
  • COP 14/MOP 4 di Poznań, Polandia, pada 1-12 Desember 2008;
  • COP 15/MOP 5 di Kopenhagen, Denmark, pada 7-18 Desember 2009.

COP 16/MOP 6 akan diadakan akhir tahun ini di Meksiko.

***

Sumber: wikipedia

About these ads

6 responses to “Protokol Kyoto dan Conference of the Parties

  1. Anak tambang peduli lingkungan juga ternyata. Sekarang banyak himbauan ke masyarakat untuk mengurangi Global Warming akibat greenhouse effect. Tapi hasilnya kecil dibandingkan kalau industri2 di negara maju mau serius mengurangi bahan bakar yang menghasilkan greenhose effect. Gas metana 25x lebih berbahaya daripada CO2 lho.

    • Lingkungan kan concern kita bersama..hehe.. Perundang-undangan tambang yang baru juga menitikberatkan pada aspek lingkungan, bukan keuntungan semata. Penggunaan batubara menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dunia. Negara maju, seperti Amerika, adalah pengguna batubara yang paling dominan. Mereka tentu menolak persetujuan untuk mengurangi penggunaan batubara mereka, karena akan berimbas kepada laju pertumbuhan ekonomi mereka. Hal yang, menurut saya, paling penting adalah segera mencari dan mengembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan batubara.

    • alasannya klasik: ekonomi.
      sebagian besar industri di AS memakai batubara sebagai bahan bakar utamanya. jika mereka manut pada protokol kyoto, maka akan terjadi chaos. industri mereka akan lumpuh, dan itu berarti akan mengakibatkan dua hal:

      pertama, menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. padahal ekonomi inilah yang menjadi dasar keadidayaan AS sekarang ini. tentu mereka akan menolak hal-hal yang akan membuat pertumbuhan ekonomi mereka terhambat.

      kedua, jika industri lumpuh, maka akan tercipta angka pengangguran. sebagai informasi, di negara-negara maju seperti AS, ada uang yang diberikan negara bagi pengangguran. semakin tinggi angka pengangguran ini, maka semakin besar pula biaya tanggungan yang harus dikeluarkan negara. tentu ini akan menjadi beban anggaran. selain itu, faktor pengangguran pun rentan menciptakan peluang kejahatan. pemerintah AS pasti menghindari hal-hal seperti ini.

      untuk pertanyaan mengenai Jepang, saya juga sama tidak tahunya..hehe.. :D

  2. pertanyaan yang Jepang saya coba jawab ya. Karena kebetulan udah lama tinggal disini dan suka banget dengan pola pikir orang Jepang yang sangat cinta lingkungan. (di jerman lebih lagi saya rasa).
    Jepang, sebagai host COP 3 yang menelurkan Protokol Kyoto, merasa memiliki tanggung jawab yang berat untuk melaksanakannya. Dan mereka memang terbukti berusaha benar-benar dalam hemat energi. Apalagi mereka tahu diri sebagai bangsa yang tidak banyak memiliki sumber energi. Hasilnya..teknologi lingkungan mereka nomor satu di dunia (menurut claim mereka loh ya, saya tidak tau dr perspektif negara lain). Bahkan ibu-ibu rumah tangga di jepang akan dengan senang hati mematikan lampu yang hanya sesaat ditinggalkan, a nak-anak sudah terbiasa membedakan sampah daur ulang dan sampah dapur.
    Meskipun begitu, lifestyle mereka tetap menuntut mereka menggunakan banyak sumber energi, dan meskipun udah berusaha mati-matian kadar CO2 nya malah naik beberapa persen saat ini. (tapi kalau nggak di rem nggak kebayang euy naiknya).
    That`s why dekat-dekat tahun 2012 nanti,mereka bakal sibuk dengan CDM kayanya…Silahkan di Ina,bikin listrik dari renewable energy agar bisa dijuall penghematan CO2 nya ^-^
    Sampai saat ini mereka masih konsekuen dengan janji mereka terhadap protokol Kyoto kok…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s