Apa kabarmu, Ramadhan?
Rasanya baru kemarin kita berpisah, dan kini engkau kembali datang membawa beribu harap.
Mari sini, sayangku.
Takkan kusia-siakan engkau lagi seperti tahun-tahun yang t’lah lalu. Kita akan bermesra hingga senja terakhir, ketika takbir membahana di penjuru langit di bulan Syawal.
Inginku Ramadhan ini adalah Ramadhan terbaik. Insya Allah.
***
Bandung, 10 Agustus 2010
Dida Sadariksa