Cerita Berau: Derawan, I’m in Love

Menjalani hari-hari di lapangan sering kali membuat pikiran ini terasa jenuh. Butuh refreshing. Oleh karena itu, di sela-sela jadwal yang super-padat, kami (saya, Anang, Sam, dan Anam) memutuskan untuk pergi jalan-jalan di akhir pekan!! He he he…

Kepulauan Derawan. Keindahannya telah menjadi cerita mulut ke mulut karyawan perusahaan. Ke sanalah kami menuju. Menikmati eksotisme laut di negeri ini (baca: Indonesia) memang tidak akan pernah ada habisnya. Garis pantainya membentang dari timur hingga barat. Pulau-pulaunya ada belasan ribu. Aih, saya sungguh cinta negeri ini. I love you full, Indonesia!

Sumber: Wikipedia

Tentang Kepulauan Derawan

Sumber: Wikipedia

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara, terutama para penyelam kelas dunia.

Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk. Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, dan Pulau Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.

Secara geografis, kepulauan ini terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau, yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua, dan Pulau Derawan, serta beberapa gosong karang seperti Gosong Muaras, Gosong Pinaka, Gosong Buliulin, Gosong Masimbung, dan Gosong Tababinga.

Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting, yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu, banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan, seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda, dan beberapa spesies lainnya.

Memilih Pulau Derawan

Dari pulau-pulau yang ada di Kepulauan Derawan, kami memilih Pulau Derawan sebagai tempat tujuan. Konon nama Derawan ini diambil dari kata “perawan”. Beberapa pulau lain pun ada asal usul namanya. Pulau Maratua dari kata “mertua”. Pulau Sangalaki dari kata “lelaki”.

Bagi kami, berpetualang ke Pulau Derawan bukanlah perkara mudah. Dengan bersepeda motor hasil sewaan, kami memulai perjalanan dari Mess Samburakat pukul setengah 4 sore. Perjalanan ke Tanjung Batu (daerah di pantai timur Kalimantan) ditempuh dalam waktu dua jam. Kemudian dilanjut dengan speed boat selama setengah jam. Jadi, total waktu tempuh kami―mulai dari mess hingga Pulau Derawan―adalah dua setengah jam. Cukup melelahkan. Butuh persiapan fisik, mental dan isi dompet tentunya..he he…

This slideshow requires JavaScript.

FYI:

  • biaya sewa motor Rp 100 ribu untuk 2 hari 1 malam (di luar bahan bakar);
  • biaya speedboat Rp 100 ribu per orangnya untuk PP Tanjung Batu-Pulau Derawan-Tanjung Batu;
  • biaya penginapan Rp 100 ribu per kamar untuk satu malam;
  • biaya sewa peralatan snorkling Rp 50 ribu per orang sepuasnya;
  • biaya sewa banana boat Rp 200 ribu untuk sekali mengelilingi pulau.

***

Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, 12-13 Juni 2010

Salam,
Kuartet petualang

7 responses on “Cerita Berau: Derawan, I’m in Love

  1. Pingback: Cerita Berau: Pulang | .: Blog Dida Sadariksa :.·

  2. Pulau derawan memang menabjubkan khususnya keindahan bawah lautnya, thks derawan rescue freeport sudah ekplore alam bawah laut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s