Ini materi khutbah jumat yang saya peroleh hari ini. Diawali dengan sebuah pertanyaan sederhana: mengapa seseorang berbuat tidak jujur?
Kejujuran tidak ada korelasinya dengan tingkat kereligiusan. Banyak bangsa yang menyangkal keberadaan Tuhan, namun mereka menjunjung tinggi kejujuran dalam hidupnya. Di lain pihak, bangsa yang mengklaim diri sebagai bangsa yang religius telah meninggalkan nilai-nilai kejujuran dalam hidup mereka.
Kejujuran pun tidak ada korelasinya dengan tingkat kesejahteraan. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan seseorang, tidak berarti ia menjadi semakin jujur. Atau sebaliknya, orang-orang yang kurang sejahtera, bukan berarti mereka tidak berbuat jujur.
Kejujuran adalah nilai yang diterima secara universal sebagai sebuah kebaikan. Tidak memandang bangsa, ras, suku, agama, kekayaan, atau variabel-variabel lainnya. Semua manusia bisa menerima bahwa kejujuran adalah sebuah kebaikan. Sebaliknya, kebohongan merupakan sebuah pengkhianatan atas nilai-nilai moral dan kemuliaan.
Seseorang berbuat tidak jujur berawal ketika ia percaya bahwa ketidakjujuran akan membawa kebaikan. Misalnya, seorang mahasiswa yang menyontek. Sebelum ia menyontek, telah terbentuk dalam benaknya bahwa dengan menyontek bisa memberikan keuntungan nilai lebih. Seorang koruptor, sebelum ia korupsi, telah terbentuk di pikirannya bahwa korupsi akan mendatangkan keberlimpahan kekayaan.
Itulah intinya. Frame berpikir.
Untuk memerangi ketidakjujuran, kita harus menanamkan keyakinan bahwa berbuat jujur akan jauh lebih memberi keuntungan daripada berbuat tidak jujur.
Bangsa Jepang adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Jika barang Anda tertinggal di kereta, maka Anda tidak perlu khawatir. Besar kemungkinan Anda akan bisa menemukannya kembali di kantor polisi terdekat. Mereka (bangsa Jepang) percaya bahwa kejujuran akan mendatangkan manfaat. Padahal mereka adalah bangsa yang tidak mempercayai adanya kehidupan akhirat. Seharusnya kita, sebagai orang yang percaya adanya kehidupan akhirat, bisa lebih menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran itu.
Kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
-Q.S. Al A’la ayat 17-

hm… absolutely agree with you..
absolutely agree with pak khatib..hehe
bener…..katakanlah yg jujur walaupun itu pahit…klau bohong trtekan batinnn…
bang kami menyediakan buku gratis…klau mau silahkan kunjungi di
http://masamudamasakritis.wordpress.com/ silahkan baca petunjuknya dan komentar…