Karni Ilyas dan Dunia Berita Televisi Kita

Siapakah Karni Ilyas? Sebagian dari Anda tentu sudah mengenalnya. Terutama bagi Anda penikmat sajian berita televisi.

Sekarang ini, Karni Ilyas menjabat pemimpin redaksi di salah satu stasiun televisi tanah air, yaitu Tv One. Tulisan ini akan sedikit mengupas tentangnya, tentunya dari perspektif saya pribadi.

Sumber http://scriptintermedia.com/

Bagi saya, Karni Ilyas adalah Si Jurnalis Jenius. Dalam tempo yang relatif singkat, ia sukses membangun Tv One menjadi stasiun berita nomor satu di Indonesia. Siapa sangka Tv One yang baru seumur jagung bisa mengalahkan “saudara-saudara tuanya” dalam menyajikan tayangan berita.

Karier

Karier Karni di dunia televisi diawali di SCTV pada tahun 1999. Tangan dinginnya sukses membangun reputasi Liputan 6. Dengan moto terkenalnya “aktual, tajam, terpercaya”, Liputan 6 berhasil menjadi primadona siaran berita televisi tanah air.

Pada tahun 2005, Karni pindah ke Anteve. Di sini ia membuat beberapa revolusi dengan menempatkan siaran berita pada slot prime time, merekrut wajah-wajah baru sebagai penyiar, membuat variasi acara berita, dan yang lainnya. Bagi Anda yang mengamati, tentu bisa melihat betapa besarnya concern Anteve terhadap tayangan berita ini. Namun, sayangnya Anteve tidaklah didesain untuk menjadi stasiun berita. Porsi hiburannya masih sangat kentara. Hal ini nampaknya membuat Karni tidak leluasa berkarya.

Pada tahun 2007, keluarga Bakrie mengambil alih Lativi dari tangan Abdul Latief. Lativi ini kemudian berganti nama menjadi Tv One. Karni Ilyas ditempatkan menjadi direktur pemberitaan atau pemimpin redaksi. Penempatan ini mudah saja dilakukan karena Anteve pun sama-sama dimiliki oleh keluarga Bakrie. Tv One diplot menjadi stasiun berita dan olahraga (news and sports ).

Tv One

Pada awal kemunculannya, sepertinya tidak ada yang spesial dari Tv One. Hingga kemudian terjadi tipping point. Tipping point Tv One terjadi pada saat mereka berani tampil beda dalam menyajikan liputan tentang penyerangan Zionis Israel ke Jalur Gaza, Palestina, pada tahun 2008.

Sebuah langkah ‘kecil’ yang berdampak dahsyat. Tv One bekerja sama dengan stasiun televisi Al Jazeera dalam liputan mereka. Hampir seluruh liputan Tv One hanya me-relay tayangan Al Jazeera dengan menghadirkan penerjemah untuk mengulas isi berita.

Hal ini menjadi kekuatan marketing yang luar biasa. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Tayangan Tv One telah membuka mata banyak orang tentang kekejaman Israel atas Palestina yang selama ini terdengar bagai cerita dongeng. Pada siaran berita konvensional, yang ditampilkan adalah kondisi pasca serangan berupa puing-puing reruntuhan, tanpa bisa mengetahui bagaimana kronologis serangan itu dilakukan. Sementara tayangan Tv One mampu memberikan pencerdasan lebih kepada masyarakat. Roket-roket Israel mengangkasa lalu jatuh menghantam rumah-rumah penduduk Palestina. Korban-korban sipil pun berjatuhan. Teriak dan tangis dimana-mana. Hak asasi manusia telah terkoyak.

Persaudaraan sesama muslim di Indonesia pun bangkit diiringi merebaknya aksi solidaritas berupa penggalangan dana maupun demonstrasi menentang Israel. Di sinilah public trust terbangun terhadap Tv One. Tipping point terjadi.

Berbekal public trust inilah Tv One terus melaju. Hingga kini berdiri ajeg. Walaupun sempat ada kisruh marta (makelar berita), itu tidak mampu membuat Tv One goyah.

Karni Ilyas masih di sana. Bersama Bang One-nya, ia akan membuat Tv One terus berlari. Menyajikan tayangan berita yang cepat dan akurat. Seperti yang ia bilang ketika ditanya apa kekuatan televisi, “Kecepatan, kecepatan, dan kecepatan.”

Selamat berkarya, Karni Ilyas!

6 responses on “Karni Ilyas dan Dunia Berita Televisi Kita

  1. Presidennya Jakarta Lawyer Club nih…emang keren. Suara Paraunya emang khas banget, pa lagi pas dubbing tokoh TV One Bang One

    salam

  2. Pak karni saya percaya anda orang yg nasionalis,tolong sajikan wawancara dgn pihak terkait tentang kebenaran remunerasi polri yang membuat gejolak di hati para bhayangkara bintara polri di seluruh indonesia yang jumlahnya puluhan ribu tentang kesejahteraan mereka yg tidak memadai dibanding tugasnya.salam.

  3. mas karni saya hendrik umur 30, pekerjaan pedagang buah dari wonosobo. dulu saya pernah ngrancang lativi agar menjadi sbuah tv brita berganti nama tvOne. ide tersebut saya sampaikan ke pak amin rais, setelah 5 bulan kemudian tvOne muncul tp saya ga dapat klanjutan rembugan dari pak amin rais, tau2 tvOne muncul. saya brani bertanggung jawab atas tulisan saya ini dimata hukum. sekarang saya ga mau menuntut yang aneh2. tapi saya hanya ingin program yang pernah saya rancang bisa diproduksi tvOne dan ditayangkan menjadi pencereh bagi para pemuda dan sinkron dengan orang tua ato pemerintahan, nama judul Programnya sudah ada drafnya. kapan saya bisa ketemu mas karni ilyas, sewaktu2 saya siap. diatas ada nomor hp saya

    • terima kasih atas komentarnya, mas hendrik. untuk mengontak pak karni mungkin bisa dicoba via TvOne. saya menulis tentang pak karni hanya atas dasar kekaguman saya terhadap beliau.
      nb: saya menghapus no hp-nya untuk menjaga privasi, mas hendrik. terima kasih. :)

  4. mohon maaf sebelumnya
    cuman sayang wartawan sekaliber Bung Karni Ilyas, justru malah bergabung dengan stasiun yang tidak memiliki etika.
    contoh sederhana :
    1. pada saat wawancara orang tua murid kursus tidak memiliki etika, dengan mempertanyakan baju dan jam tangan yang diberikan dengan mengasumsikan si anak telah meninggal.

    2. pemberitaan dan keikutsertaan team stasiun tv di pesawat timas sepakbola ke malaysia.

    3. pemberitaan yang sudah mulai tidak objektif, terutama kepada pemilik stasiun tv tersebut.

    semoga dari tiga hal tersebut yang sangat sederhana bisa menjadi wacana koreksi dan saya yakin Bung Karni Ilyas sebagai wartawan senior dan memiliki integritas dapat mempertimbangkan hal tersebut dengan bijak

    terima kasih

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s