Merenungkan Makna Pahlawan Hari Ini

Saya tertegun melihat status di jejaring sosial facebook hari ini. Sebagian teman saya meng-update status mereka dengan kata-kata nasionalis. Ada apa gerangan? Usut punya usut ternyata hari ini adalah Hari Pahlawan. Ya, 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan karena dulu pada tanggal ini rakyat Indonesia, khususnya di Surabaya, mengangkat senjata mereka demi mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikan 17 Agustus 1945. Banyak rakyat gugur. Bagi kita, bangsa Indonesia hari ini, mereka adalah pahlawan. Entah apa jadinya bila mereka langsung takluk kepada sekutu, dan memberikan kemerdekaannya kembali.

Kembali ke status di jejaring sosial facebook, salah satunya ada yang berbunyi, “Salamku untukmu para pahlawan… semoga karakter kepahlawanan senantiasa melekat di diri kita…”

Yang lain menulis, “Siapa pahlawan-pahlawan Indonesia berikutnya?”

Ada satu update status yang cukup menarik bagi saya, yang berbunyi, “Kita bisa semua bisa jadi PAHLAWAN. Pahlawan yang bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Minimal pahlawan untuk lingkungan sekitar kita. Buat mereka merasakan manfaat dari keberadaan kita. Jangan sampai kita malah menjadi beban di lingkungan kita.”

Saya setuju dengan apa yang diucapkan teman saya ini. Arti pahlawan bagi Indonesia sekarang ini bukanlah yang mengangkat senjata lagi, pahlawan adalah orang yang berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Dia merasa tak nyaman jika melihat ada ketidakadilan, dan dia BERTINDAK!! Mengapa saya menuliskannya dengan huruf besar? Untuk memberikan peryataan. Memang banyak orang yang peduli dengan ketidakadilan yang ada, namun sebagian besar hanya diam berpangku tangan.

Indonesia butuh pahlawannya hari ini. Ketidakadilan berupa kesenjangan sosial semakin tinggi dan cenderung tidak bisa dikendalikan. Orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin terpedaya. Jadilah pahlawan hari ini. Menjadi pahlawan tidaklah harus menunggu hingga menduduki suatu jabatan penting, atau memiliki kekayaan sekian, atau memiliki pegawai yang banyak. Menjadi pahlawan adalah dengan menyingsingkan lengan baju, melihat keadaan sekitar, melihat kapabilitas diri kita, lalu mengukur diri dan bertanya apa yang bisa saya berikan untuk lingkungan saya ini. Lalu bertindaklah!!

Jangan menghitung besar atau kecil kontribusi kita, jangan pernah menilainya. Biarlah sejarah yang mencatat bahwa kita menghabiskan hidup kita dengan terus memberi dan berkontribusi, bukan sebagai pecundang yang lari dan berpuas diri sendirian.

Selamat Hari Pahlawan.

Bandung, 10 November 2009

Leave a Reply