Apakah sama cahaya dengan kegelapan? Apakah sama antara siang dengan malam? Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang pandir?
Pertanyaan-pertanyaan di atas tentu tidak perlu diperdebatkan lagi jawabannya.
Ilmu layaknya cahaya dalam kegelapan. Tanpa cahaya kita bisa salah dalam melangkah. Menggapai-gapai mencari pegangan. Pengap dan sesak dalam gelap. Ketika cahaya datang, kita bisa melihat dengan jelas, melangkah dengan pasti.
Ketika saya dilanda malas belajar, saya berusaha membangkitkan semangat dengan bertanya pada diri sendiri, “Ingin menjadi cahaya atau gelap?”

Tentu saya ingin menjadi seperti cahaya yang bisa “menerangi” orang-orang yang ada di sekitarnya. Sering kali metode ini berhasil. Semangat saya pun muncul kembali. Rasa malasnya tidak hilang, namun semangat belajarnya lebih besar dan mampu mengalahkan kemalasan itu.
Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
―Q.S. Al Mujadilah: 11
Dan sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang akan menjadi penerang saat tak ada yang menerangi. Ya Allah, wahai pemilik semua ilmu, karuniakanlah kepada hamba-Mu ini ilmu yang bermanfaat. Amiin.
Sebenarnya gelap itu tidak ada, yg ada hanyalah kekurangan cahaya (kata enstein)
postingnya bagus nih salam kenal
yap, kadang hati dan pikiran kita sulit untuk ditembus cahaya sehingga kondisinya gelap gulita. makasih udah mampir..